Pasang AC yang benar bukan cuma “nempel di dinding”. Di sini kamu dapat panduan posisi indoor/outdoor, standar pipa & drain, serta proses vacuum yang benar agar minim bocor freon dan AC awet.

Pasang AC yang Benar: Posisi Indoor/Outdoor, Pipa, Drain, dan Vacuum (Anti Bocor Freon)

Teknisi memasang dan memeriksa unit AC outdoor
Sumber: Richard Low Hong (Pexels) — Lisensi: Pexels License

Untuk kamu yang baru mau pasang AC split di rumah: targetnya sederhana—dingin cepat, tidak bocor, tidak “ngorok”, dan tagihan listrik tidak kaget.

Cari service AC terdekat disini

Untuk kamu yang sering trauma “freon habis” tiap beberapa bulan: bagian vacuum, flare, dan uji kebocoran adalah kunci anti bocor yang paling sering di-skip.

Instalasi AC yang benar itu gabungan antara lokasi yang tepat, pipa & drain yang rapi, sambungan flare yang presisi, serta proses vacuum/evakuasi yang benar. Banyak manual pabrikan menekankan penggunaan alat khusus seperti gauge manifold dan vacuum pump, serta pentingnya menghindari masuknya udara ke sistem karena bisa menyebabkan kenaikan tekanan abnormal dan masalah keselamatan. https://www.mitsubishielectric.com.au/wp-content/uploads/2022/02/Installation_Manual-MSZ-AP15-20VGKD_IM_VG79J830H01_2018.pdf

Ringkasan

Pasang AC yang benar dimulai dari: (1) posisi indoor/outdoor memenuhi aliran udara & akses servis, (2) pipa refrigerant rapi dan flare dikencangkan sesuai torsi, (3) drain miring benar tanpa “jebakan”, (4) vacuum sampai level mikron yang memadai, lalu (5) leak test & test run sebelum pipa ditutup.

Daftar Isi

Inti Penting

Posisi Indoor yang Benar

Kriteria lokasi indoor

Gunakan checklist “aman” berikut (selaras dengan arahan manual instalasi pabrikan):

  • Dinding kokoh, minim getaran.
  • Aliran udara tidak terhalang dan menyebar ke seluruh ruangan.
  • Tidak terkena sinar matahari langsung.
  • Mudah didrain (jalur pembuangan air kondensasi tidak berputar-putar).

Contoh referensi kriteria lokasi (Mitsubishi Electric): https://www.mitsubishielectric.com.au/wp-content/uploads/2022/02/Installation_Manual-MSZ-AP15-20VGKD_IM_VG79J830H01_2018.pdf

Jarak, tinggi, dan akses servis

Posisi Outdoor yang Benar

Sirkulasi, panas, dan kebisingan

  • Pilih lokasi dengan sirkulasi udara baik (panas buangan tidak “muter balik”).
  • Hindari lokasi yang suaranya mengganggu tetangga, terutama malam.
  • Pastikan air buangan (jika ada) bisa mengalir aman dan tidak menetes ke area orang lewat—manual instalasi juga mengingatkan soal drainase yang aman untuk mencegah keluhan. https://www.mhiaa.com.au/document/srk-zmp-s-series-installation-manual/

Bracket, getaran, dan keamanan

  • Bracket harus kuat dan rata; gunakan vibration damper bila perlu.
  • Jangan pasang di bracket tua berkarat.
  • Sisakan akses untuk teknisi membaca tekanan/servis valve.

Pipa Refrigerant: Ukuran, Insulasi, dan Flare

Flare & torsi: sumber bocor paling umum

Mayoritas “freon habis” berulang datang dari sambungan flare yang tidak presisi: permukaan tidak rata, flare retak, atau torsi salah. Manual instalasi menekankan:

  • Jangan over-torque karena flare nut bisa retak dan bocor setelah waktu berjalan.
  • Tighten flare nut dengan torsi yang tepat (idealnya pakai torque wrench).

Referensi: https://www.mhiaa.com.au/document/srk-zmp-s-series-installation-manual/

Jalur pipa yang rapi dan aman

  • Minim tekukan tajam; tekukan tajam bisa bikin pipa “kink” dan mengganggu aliran.
  • Insulasi pipa (terutama pipa gas) harus rapat sampai sambungan untuk mencegah embun dan kehilangan dingin.
  • Pipa wajib terlindung dari benturan, dan jangan tertimbun/terjepit saat finishing.

Drain AC yang Benar (Anti Bocor Air)

Kemiringan & routing

  • Drain harus miring turun konsisten (tidak naik-turun).
  • Hindari “sag” (pipa melendut) yang bikin air menggenang, lalu balik netes ke indoor.
  • Pastikan ujung drain tidak terendam air/tersumbat lumpur.

Insulasi & cegah kondensasi

Untuk area lembap atau jalur drain melewati ruang tertutup, insulasi membantu mengurangi “keringat” pipa yang menetes ke plafon.

Vacuum/Evakuasi: Inti Anti Bocor Freon

Kenapa harus vacuum (bukan “buang angin”)?

Udara dan uap air di dalam sistem dapat memicu tekanan abnormal, korosi, pembentukan es di ekspansi, dan kinerja turun. Manual pabrikan juga memperingatkan bahwa masuknya udara/foreign substance bisa menyebabkan kenaikan tekanan abnormal dan berisiko. https://www.mitsubishielectric.com.au/wp-content/uploads/2022/02/Installation_Manual-MSZ-AP15-20VGKD_IM_VG79J830H01_2018.pdf

Target mikron & cara ukur

Vacuum yang baik bukan “jarum manifold mentok -30 inHg”. Yang benar adalah memakai micron gauge. Referensi teknis dari Yellow Jacket menyebut rekomendasi ASHRAE: evakuasi di bawah 1000 mikron untuk mengeluarkan uap air, dan lebih rendah lagi untuk kondisi tertentu. https://yellowjacket.com/wp-content/uploads/2015/01/How-To-Measure-Adequate-Vacuum-and-FAQs.pdf

ASHRAE juga memberi catatan bahwa vacuum pump sebaiknya mencapai vacuum secara bertahap untuk menghindari pembekuan kelembapan di pipa. https://www.ashrae.org/file%20library/technical%20resources/standards%20and%20guidelines/standards%20addenda/15_2022_q_20240930.pdf

Triple evacuation & nitrogen (opsional tapi kuat)

Untuk instalasi yang ingin “rapi maksimal”, praktik yang sering dipakai adalah evacuate–break with dry nitrogen–evacuate (triple evacuation) dan/atau uji kekedapan dengan nitrogen. Manual instalasi dari MHIAA menyebut perlunya melakukan air tightness test dengan menekan sistem menggunakan nitrogen setelah pekerjaan pipa selesai. https://www.mhiaa.com.au/document/srk-zmp-s-series-installation-manual/

Catatan: nitrogen test & penanganan refrigerant sebaiknya dilakukan teknisi berpengalaman karena berhubungan dengan tekanan dan keselamatan.

Leak Test & Commissioning

  1. Periksa flare (visual) sebelum ditutup duct/cover.
  2. Vacuum sampai target mikron dan lakukan standing vacuum test (lihat apakah vacuum naik cepat—indikasi bocor/kelembapan).
  3. Buka service valve sesuai prosedur pabrikan.
  4. Test run: cek suhu hembus, bunyi tidak normal, dan air drain mengalir lancar.

Checklist QC Setelah Pasang

  • Bracket rata, baut kencang, tidak ada getaran berlebihan.
  • Pipa terinsulasi rapat, tidak ada bagian tembaga “telanjang” yang berpotensi berembun.
  • Drain mengalir lancar dan tidak netes di dinding/plafon.
  • Remote responsif dari posisi penggunaan normal (bukan cuma dari jarak 10 cm).
  • Dokumentasikan foto sambungan flare sebelum ditutup (berguna kalau ada komplain bocor).

Apa yang Jarang Dibahas

1) Banyak “bocor freon” sebenarnya bukan bocor—tapi pemasangan awal yang tidak pernah benar-benar kering. Uap air yang tertinggal di sistem bisa bereaksi dengan oli dan memicu masalah jangka panjang. Karena itu, ukuran vacuum yang benar adalah mikron, bukan perasaan. Yellow Jacket menegaskan perbedaan “vacuum gauge biasa” vs micron gauge dan menyebut rekomendasi evakuasi di bawah 1000 mikron untuk mengeluarkan uap air. https://yellowjacket.com/wp-content/uploads/2015/01/How-To-Measure-Adequate-Vacuum-and-FAQs.pdf

2) Over-torque flare itu bom waktu. Sambungan yang terlalu kencang bisa tampak “rapat” hari ini, tapi mikro-retak muncul kemudian dan mulai bocor pelan. Manual instalasi MHIAA memperingatkan flare nut bisa crack jika diberi torsi berlebihan. Artinya, “kencengin lagi biar aman” justru bisa jadi akar masalah. https://www.mhiaa.com.au/document/srk-zmp-s-series-installation-manual/

3) Finishing sipil sering merusak instalasi yang sudah benar. Pipa tertindih gypsum, tekukan menjadi tajam, atau drain jadi naik karena plafon ditutup tanpa kontrol kemiringan. Tips praktis: lakukan foto & tes drain/vacuum/test run sebelum penutupan permanen.

4) Lokasi outdoor yang panas terkurung bikin AC “capek”. Bukan cuma soal bunyi—kinerja turun, kompresor kerja lebih berat, dan potensi gangguan meningkat. Sisakan ruang sirkulasi dan akses servis. Kalau terpaksa di balkon sempit, diskusikan opsi deflektor/penempatan ulang dengan teknisi.

5) Jangan anggap enteng aspek keselamatan refrigerant modern. Banyak unit baru menggunakan refrigerant yang mudah terbakar (mis. R32) dan manual instalasi menekankan penggunaan alat yang sesuai (manifold, vacuum pump, charge hose untuk refrigerant tersebut) serta larangan memasukkan udara ke sistem karena risiko tekanan abnormal. https://www.mitsubishielectric.com.au/wp-content/uploads/2022/02/Installation_Manual-MSZ-AP15-20VGKD_IM_VG79J830H01_2018.pdf

FAQ

Vacuum itu wajib atau cuma “biar mahal”?

Vacuum adalah prosedur inti untuk mengeluarkan udara & uap air. Referensi teknis menyebut rekomendasi evakuasi hingga level mikron (mis. di bawah 1000 mikron) untuk mengurangi risiko kelembapan tertinggal. Ini bukan kosmetik—ini fondasi performa & umur sistem. https://yellowjacket.com/wp-content/uploads/2015/01/How-To-Measure-Adequate-Vacuum-and-FAQs.pdf

Kalau pipa terlalu panjang, apa dampaknya?

Semakin panjang pipa, semakin besar potensi drop kapasitas, kebutuhan tambahan refrigerant (tergantung spesifikasi), dan titik risiko kebocoran (lebih banyak sambungan/tekukan). Perlu verifikasi: batas panjang & kebutuhan tambah refrigerant sesuai merek/PK.

Kenapa drain suka netes balik ke indoor?

Penyebab paling umum: kemiringan drain tidak konsisten, ada bagian melendut, ujung drain terendam/tersumbat, atau tekanan negatif ruangan (mis. ventilasi tertentu) memicu backflow. Beberapa manual juga membahas potensi backflow drain pada kondisi tekanan ruangan tertentu. https://www.mhiaa.com.au/document/srk-zmp-s-series-installation-manual/

Daftar Istilah

Vacuum pump
Pompa untuk mengosongkan udara/uap air dari sistem pipa refrigerant.
Micron gauge
Alat ukur tingkat vacuum (mikron) untuk memastikan evakuasi memadai.
Flare
Bentuk pelebaran ujung pipa tembaga untuk sambungan flare nut.
Leak test
Uji kebocoran sambungan pipa (sering dengan nitrogen + sabun/alat deteksi).
Commissioning
Proses final pengecekan sebelum sistem dinyatakan siap dipakai.

Penutup

Kalau kamu ingin AC minim drama, jangan kompromi di 4 titik: lokasi, flare, drain, dan vacuum. Bagian vacuum + uji kebocoran adalah “asuransi” terbaik agar tidak bolak-balik isi freon.

Jika kamu sedang memilih teknisi, tanyakan 3 hal: (1) pakai vacuum pump & micron gauge atau tidak, (2) bagaimana uji kebocoran (nitrogen/standing vacuum), (3) apakah flare dikencangkan pakai torque wrench. Jawaban dari sini biasanya langsung memisahkan teknisi rapi vs teknisi asal cepat.