AC bocor air dari indoor bikin panik? Ini panduan cepat: penyebab paling umum, bahayanya, dan langkah aman 15 menit sebelum panggil teknisi.

AC Bocor Air dari Indoor: Penyebab, Bahaya, dan Solusi Cepat

Unit AC split dinding (indoor) di dalam ruangan
Sumber: Unsplash — Lisensi: Unsplash License

Artikel ini untuk kamu yang tiba-tiba melihat air menetes dari unit indoor AC split (ke lantai, dinding, atau bahkan plafon). Entah itu di rumah, kos, ruang kerja, atau ruko—situasinya sama: panik, takut korslet, dan bingung harus mulai dari mana.

Cari service AC terdekat disini

Targetnya sederhana: kamu bisa melakukan diagnosa awal yang aman dalam 10–15 menit, mengurangi risiko kerusakan (plafon, elektronik, jamur), lalu tahu kapan masalahnya cukup DIY dan kapan harus panggil teknisi.

Catatan rujukan umum yang bisa kamu baca setelahnya: https://www.energy.gov/energysaver/air-conditioner-maintenance dan panduan kelembapan/jamur: https://www.epa.gov/mold/brief-guide-mold-moisture-and-your-home.

Ringkasan

AC indoor bocor air hampir selalu berhubungan dengan jalur pembuangan kondensat (drain), aliran udara (airflow), atau pembekuan evaporator. Kabar baiknya: banyak kasus bisa “distop” sementara dengan langkah aman (matikan, amankan listrik, cek filter, cek drain) sebelum teknisi datang. Kabar buruknya: kalau dibiarkan, kebocoran air meningkatkan risiko korslet, kerusakan plafon, dan jamur/bau apek.

Daftar Isi

Daftar Isi

Inti Penting

  • Prioritas #1: amankan listrik dulu (matikan AC + cabut/MCB), baru urus airnya.
  • 80% kasus: pipa drain mampet/selang lepas/indoor miring + filter/evaporator kotor.
  • Kalau ada es/beku: jangan paksa nyala; itu tanda airflow jelek atau refrigeran bermasalah.
  • Solusi cepat: bersihkan filter + pastikan selang drain tidak tertekuk/naik-turun.
  • Wajib teknisi: kebocoran berulang, unit plafon/ducting, ada bau terbakar, atau kompresor/PCB dicurigai.

Kenapa AC Bisa Bocor Air dari Indoor?

Kondensasi itu normal, bocor itu tidak

Saat AC mendinginkan ruangan, udara lembap melewati evaporator (sirip dingin di unit indoor). Uap air akan mengembun jadi tetesan air. Tetesan ini seharusnya turun ke bak penampung (drain pan), lalu mengalir keluar lewat selang pembuangan. Jadi, “air terbentuk” itu normal. Yang tidak normal adalah airnya tidak sampai ke pembuangan dan akhirnya lari ke casing/panel indoor lalu menetes ke ruangan.

Peta aliran air pembuangan (drain) di AC split

Gambaran sederhana jalurnya begini: evaporator → drain pan → selang drain → keluar ke talang/selokan. Masalah di salah satu titik itu akan membuat air “mencari jalan sendiri”. Karena gravitasi, kebocoran sering muncul dari sisi indoor tertentu (kiri/kanan), mengikuti kemiringan unit dan posisi drain pan.

9 Penyebab Paling Sering

Berikut 9 penyebab paling umum, diurutkan dari yang paling sering dan paling mudah dicek.

1) Pipa drain tersumbat lumut/debu

Ini tersangka utama. Debu halus, lendir, lumut, atau bahkan serangga bisa menyumbat selang. Hasilnya: air balik lagi ke indoor. Tanda khas: bocor muncul pelan-pelan, makin lama makin parah, kadang disertai bau apek.

2) Instalasi indoor tidak level atau miring

Unit indoor harus sedikit miring ke arah jalur drain (sesuai desain). Kalau pemasangan miring ke arah yang salah, air akan menggenang di sisi lain lalu meluap. Ini sering kejadian pada AC baru dipasang atau setelah unit pernah dibongkar.

3) Filter & evaporator kotor

Filter kotor menghambat airflow. Saat airflow turun, evaporator jadi terlalu dingin dan lebih mudah membeku/berembun berlebihan. Selain itu, debu yang lolos bisa menempel di evaporator, membuat air kondensasi “nempel” dan menetes tidak pada jalurnya.

4) Evaporator membeku lalu mencair mendadak

Kalau evaporator membeku (es menumpuk), saat AC dimatikan atau saat beban berubah, es akan mencair cepat dan volume airnya tiba-tiba besar. Drain pan tidak sanggup menampung/aliran drain tidak kuat, akhirnya bocor. Tanda: ada es pada sirip indoor atau pipa, dan AC sebelumnya terasa “kurang dingin”.

5) Pipa drain lepas/retak

Selang drain bisa lepas dari dudukannya, retak karena usia, atau tertekuk. Tekukan kecil saja bisa membuat air tertahan, lalu meluber dari drain pan.

6) Drain pan retak/berlubang

Jarang, tapi mungkin terjadi pada unit yang sudah tua atau pernah kena benturan saat servis. Bak penampung retak → air menetes di dalam casing.

7) Insulasi pipa refrigeran rusak, jadi “keringat”

Pipa refrigeran (khususnya pipa gas/return) biasanya dibungkus insulasi. Kalau insulasi sobek atau terlepas, pipa yang dingin akan “berkeringat” (kondensasi) dan airnya bisa menetes ke plafon/dinding, terlihat seperti AC bocor padahal sumbernya dari pipa.

8) Kelembapan ruangan tinggi + pintu/jendela sering terbuka

Di ruangan sangat lembap (misal dekat dapur/kamar mandi, kos dengan ventilasi kurang, atau pintu sering terbuka), beban uap air tinggi. Kondensasi yang terbentuk lebih banyak. Kalau drain sudah “pas-pasan”, sedikit saja hambatan bisa membuatnya meluap.

9) Kipas indoor lemah / fan motor bermasalah

Kipas indoor yang lemah membuat airflow turun, efeknya mirip filter kotor: evaporator terlalu dingin, risiko beku meningkat, dan aliran kondensat jadi kacau. Biasanya disertai hembusan angin yang terasa lebih pelan dari biasanya.

Bahaya Kalau Dibiarkan

Risiko listrik & korsleting

Air + listrik itu kombinasi yang tidak pernah lucu. Kebocoran dari indoor bisa mengenai stop kontak, sambungan kabel, atau PCB. Selain risiko kerusakan komponen, ada risiko tersetrum dan potensi korslet. Karena itu, langkah pertama selalu: matikan sumber listrik.

Jamur, bau apek, dan kualitas udara

Area lembap yang berulang (plafon, dinding, belakang indoor) memicu jamur. Jamur bisa memicu alergi/iritasi pada sebagian orang dan membuat ruangan bau apek. Kalau rumah punya bayi, lansia, atau asma, ini makin penting untuk segera dibereskan. Referensi umum soal kelembapan dan jamur bisa dibaca di: https://www.epa.gov/mold/mold-and-health.

Kerusakan plafon, cat, furnitur

Yang sering mahal bukan AC-nya, tapi efek domino: plafon gypsum melengkung, cat mengelupas, lemari mengembang, lantai jadi licin. Semakin cepat kebocoran dihentikan, semakin kecil biaya perbaikannya.

Solusi Cepat 15 Menit yang Aman

Tujuan langkah cepat ini bukan “benerin total”, tapi menghentikan air sementara dan mengumpulkan petunjuk supaya teknisi bisa lebih cepat tepat.

Langkah darurat (wajib)

  1. Matikan AC dari remote, lalu matikan MCB atau cabut steker bila aman.
  2. Taruh ember/alas di titik tetesan dan lap air yang sudah menyebar (hindari lantai licin).
  3. Kalau indoor di atas elektronik (TV/PC), tutup dengan plastik sementara (jangan menutup ventilasi AC).
  4. Foto/video kebocoran: sisi mana yang menetes, seberapa deras, dan kapan mulai (ini membantu diagnosa).

Cek dan bersihkan filter (DIY)

Buka panel depan indoor, lepas filter (biasanya 2 lembar). Cuci dengan air mengalir, keringkan, pasang lagi. Filter kotor sering menjadi pemicu “awal” yang membuat masalah lain (beku/drain) muncul. Panduan perawatan filter dan dampaknya ke efisiensi juga banyak dibahas di: https://www.energy.gov/energysaver/air-conditioner-maintenance.

Cek jalur drain (tanpa bongkar berat)

  • Cari ujung selang drain (biasanya di luar rumah). Pastikan tidak tertekuk, tidak naik dulu baru turun (membuat “perangkap” air), dan tidak ketekan benda.
  • Kalau ujung selang terlihat kotor/lendir, bersihkan bagian ujungnya.
  • Jika kamu punya pompa vakum kecil/wet-dry vacuum, kamu bisa menyedot dari ujung selang beberapa detik untuk menarik sumbatan. Jangan meniup dengan mulut (tidak higienis dan berisiko).

Kalau setelah langkah ini tetesan berhenti, kemungkinan besar masalahnya di drain atau airflow ringan. Tetap pantau 24 jam.

Kalau ada es/beku: cara mencairkan dengan aman

Kalau kamu melihat es pada evaporator atau pipa, lakukan ini:

  • Matikan mode COOL, biarkan kipas (FAN) sebentar jika tidak ada tetesan ke listrik, atau matikan total dan tunggu es mencair alami.
  • Jangan siram air panas, jangan congkel es dengan benda tajam (sirip evaporator mudah penyok).
  • Setelah mencair, cek filter (wajib bersih). Jika es muncul lagi dalam 1–2 hari, panggil teknisi untuk cek airflow, tekanan refrigeran, dan kondisi coil.

Kapan Wajib Panggil Teknisi

Panggil teknisi jika kamu mengalami salah satu kondisi ini: bocor berulang meski filter bersih, ada es/beku berulang, indoor unit di plafon/ducting (akses sulit), ada bau terbakar, atau tetesan dekat stop kontak/PCB.

Checklist sebelum telepon teknisi

  • AC tipe apa (split, cassette, ducting), kapasitas (PK), umur unit.
  • Kapan terakhir cuci AC, dan apakah sebelumnya pernah “isi freon”.
  • Kebocoran muncul kapan (setiap nyala / hanya malam / setelah hujan / setelah servis).
  • Apakah ada es/beku atau hembusan angin melemah.

Kalau teknisi langsung menyarankan “isi freon” tanpa cek kebocoran, minta mereka jelaskan dulu logikanya. Kebocoran air tidak otomatis berarti freon habis.

Cara Mencegah Bocor Terulang

Jadwal bersih-bersih yang realistis

  • Setiap 2–4 minggu: bersihkan filter (lebih sering kalau rumah berdebu/punya hewan).
  • Setiap 3–6 bulan: cuci indoor + cek drain (untuk pemakaian harian).
  • Setiap 6–12 bulan: servis lebih lengkap termasuk outdoor (tergantung lingkungan).

Tips ruangan lembap (kos, kamar mandi dekat, dll.)

  • Kurangi sumber uap air (jemur baju di dalam, masak tanpa exhaust, pintu kamar mandi terbuka).
  • Pastikan drain mengalir lancar (jalur turun terus, tidak “naik” dulu).
  • Kalau ruangan sangat lembap, pertimbangkan dehumidifier atau mode DRY secara bijak (bukan pengganti perawatan).

Apa yang Jarang Dibahas

1) “Bocor” yang sebenarnya adalah kondensasi dari pipa. Banyak orang mengira sumbernya indoor padahal yang menetes adalah pipa refrigeran di plafon (insulasi sobek). Ini sering terjadi setelah renovasi plafon atau setelah teknisi membongkar pipa lalu memasang insulasi seadanya. Solusinya bukan mengutak-atik drain, tapi membungkus ulang insulasi dengan rapi dan rapat (termasuk sambungan).

2) Drain yang “jalan”, tapi kapasitas alirnya lemah. Misal selang drain tidak sepenuhnya mampet, hanya menyempit karena lendir. Saat kelembapan tinggi, debit air kondensat meningkat, drain pan “kalah cepat” dan meluap. Di kasus ini, kebocoran bisa muncul musiman atau hanya saat AC dipakai lama (misal 6–8 jam non-stop).

3) Efek kebiasaan menurunkan suhu ekstrem. Setting 16–18°C di ruangan lembap dan berdebu mempercepat pembekuan evaporator jika filter kotor. Banyak orang mengejar “dingin cepat” padahal yang terjadi adalah es dulu, bocor kemudian. Lebih aman: bersihkan filter, atur suhu realistis (misal 24–26°C), dan pastikan airflow kuat.

4) Kebocoran setelah servis. Kalau AC baru saja dicuci lalu bocor, kemungkinan ada: selang drain terlepas saat bongkar, indoor dipasang kurang presisi, atau drain pan belum terpasang rapat. Ini bukan hal “wajar”—teknisi sebaiknya datang kembali untuk set ulang pemasangan.

FAQ

Apakah AC bocor air itu tanda freon habis?

Tidak otomatis. Kebocoran air lebih sering terkait drain/airflow. Namun, freon yang kurang (karena bocor) bisa memicu evaporator membeku—dan saat es mencair bisa terlihat seperti kebocoran. Jadi hubungan itu tidak langsung. Kalau ada gejala dingin turun + es, baru masuk akal cek refrigeran oleh teknisi.

Boleh tidak meneteskan cairan pembersih ke pipa drain?

Hati-hati. Cairan yang terlalu keras bisa merusak material selang atau menimbulkan uap menyengat. Untuk pemilik rumah, langkah aman adalah membersihkan ujung selang dan menyedot sumbatan dari luar. Jika perlu tindakan kimia/flush dari dalam unit, lebih aman dikerjakan teknisi.

AC bocor hanya malam hari, kenapa?

Sering terjadi karena suhu luar lebih rendah dan beban ruangan berubah, membuat evaporator lebih mudah mencapai titik beku (kalau airflow kurang). Saat beku mencair, bocor terlihat. Bisa juga karena kelembapan malam lebih tinggi. Cek filter dan hembusan angin; jika ada es, panggil teknisi.

Indoor menetes tapi outdoor kering, normal?

Tidak. Pada AC split, air kondensat seharusnya keluar dari selang drain (di luar). Jika outdoor kering sementara indoor menetes, besar kemungkinan drain tidak mengalir, selang tertekuk/tersumbat, atau pemasangan indoor/drain pan bermasalah.

Daftar Istilah

Kondensasi
Perubahan uap air menjadi air saat udara lembap menyentuh permukaan dingin (evaporator).
Drain pan
Bak penampung air kondensasi di unit indoor sebelum dialirkan ke selang pembuangan.
Selang drain
Selang pembuangan air kondensasi dari indoor ke luar ruangan.
Evaporator
Komponen “sirip” di indoor yang menyerap panas sehingga udara menjadi dingin.
Airflow
Aliran udara yang melewati filter dan evaporator; terganggu jika filter kotor atau kipas lemah.

Penutup

AC bocor air dari indoor memang mengganggu, tapi sering bisa dilokalisasi dengan langkah sederhana: amankan listrik, cek filter, dan cek drain. Kalau ada es/beku atau kebocoran berulang, jangan buang waktu dengan trial-error—lebih baik panggil teknisi untuk pemeriksaan menyeluruh.

Kalau kamu ingin “pegangan” saat teknisi datang, simpan foto/video kebocoran dan jawab checklist singkat di atas. Dengan begitu, diagnosa lebih cepat, biaya lebih terkontrol, dan kamu terhindar dari perbaikan yang tidak perlu.