AC Tidak Dingin Karena Sensor Suhu (Thermistor)

Jika AC terasa “angin saja” atau cepat berhenti mendinginkan, salah satu biang keladi seringnya ada pada sensor suhu/thermistor di unit indoor. Halaman ini menjelaskan gejala, cara cek, estimasi biaya, hingga solusi perbaikan. Butuh bantuan cepat? Pertimbangkan jasa perbaikan sensor suhu AC terdekat untuk penanganan aman.

 

Konteks & siapa yang perlu membaca

Sensor suhu (umumnya NTC thermistor) memberi tahu papan kontrol seberapa dingin udara masuk/keluar evaporator. Jika nilai bacaan meleset, unit bisa early cut-off (kompresor cepat berhenti), short cycling, atau blower berputar tanpa dingin. Panduan ini cocok bagi pemilik rumah/kantor yang ingin memahami penyebab dan langkah cek sederhana sebelum memanggil teknisi.

Rujukan teknis pabrikan menunjukkan error “sensor abnormality” dan prosedur cek resistansi pada konektor PCB (mis. Panasonic seri RAC). Lihat contoh di manual layanan resmi: Panasonic Service Manual (H14/H27, cek thermistor).

Tanda-tanda sensor/thermistor bermasalah

  • AC hanya dingin sebentar lalu hangat lagi; kompresor sering ON/OFF tidak normal.
  • Suhu ruangan tidak sesuai setelan remote; terasa “ngawur”.
  • Unit menampilkan/error code terkait sensor (bervariasi per merk/model).
  • Kipas indoor jalan terus tapi tidak ada penurunan suhu berarti.
  • Konsumsi listrik tidak wajar karena short cycling atau kompresor dipaksa bekerja tidak efisien.

Contoh panduan pengujian thermistor konsumen: RepairClinic — Cara uji thermistor AC dengan multimeter. Untuk merk Daikin, daftar kode error sensor juga tersedia di dokumen resmi: Daikin Malfunction Codes.

Penyebab umum kenapa AC tidak dingin

  1. Posisi sensor melenceng/terlepas dari dudukan coil sehingga membaca suhu yang salah.
  2. Thermistor drift/out of spec (nilai resistansi tidak sesuai tabel karakteristik pabrikan seiring usia/panas).
  3. Konektor longgar/berkarat atau kabel putus di jalur sensor menuju PCB.
  4. Kotoran/debu menutupi sensor & evaporator sehingga bacaan jadi bias.
  5. PCB rusak (jarang, namun mungkin) sehingga interpretasi sinyal sensor salah.

Manual pabrikan umumnya menginstruksikan urutan: matikan listrik ➝ lepas konektor ➝ ukur resistansi ➝ cocokkan dengan kurva thermistor ➝ jika tidak sesuai, ganti sensornya. Lihat contoh bagan di manual Panasonic.

Langkah cek & diagnosis singkat

DIY aman (non-bongkar)

  • Matikan AC 5–10 menit, cabut MCB bila perlu, kemudian nyalakan kembali untuk soft reset.
  • Bersihkan filter & evaporator; kotoran dapat mengacaukan bacaan sensor.
  • Pastikan tidak ada sumber panas langsung (lampu/kompor) mengarah ke intake.

Uji teknis (butuh teknisi/berpengalaman)

  1. Putuskan listrik total (keselamatan dulu).
  2. Lepaskan konektor sensor dari PCB indoor sesuai service manual.
  3. Ukur resistansi sensor dengan multimeter pada suhu ruang dan saat dipanaskan/didinginkan ringan; bandingkan dengan tabel pabrikan (umumnya NTC, resistansi turun saat suhu naik). Contoh kurva tersedia di dokumen teknis Panasonic/brand lain.
  4. Bila nilai jauh dari spesifikasi atau tidak berubah terhadap suhu, ganti sensor.

Contoh referensi pengujian & karakteristik thermistor: RepairClinic (pengujian dasar) dan Panasonic Service Manual (kurva & langkah cek). Untuk daftar error sensor pada Daikin, lihat malfunction codes.

Estimasi biaya & harga komponen

Item Kisaran Harga (IDR) Catatan
Ganti/Perbaikan Sensor Suhu (jasa) Rp350.000 – Rp400.000 Contoh tarif layanan: ELOBANA (0,5–1 PK).
Thermistor/“Termis” AC (spare part) ± Rp35.000 – Rp90.000 Contoh harga ritel: Blibli, Lazada (tiap merk/tipe berbeda).
Cuci AC (opsional, agar pembacaan sensor akurat) ± Rp85.000 – Rp130.000 Patokan pasar: Sejasa — daftar harga.

Harga bervariasi menurut kota, merk, dan kondisi unit. Mintalah diagnosa terlebih dulu sebelum menyetujui penggantian komponen.

Kapan harus panggil teknisi

  • Muncul kode error sensor/thermistor di indikator/remote.
  • Setelah pembersihan & reset, AC tetap tidak dingin atau short cycling.
  • Anda tidak memiliki alat ukur/multimeter atau ragu membongkar panel indoor.

Di fase ini, gunakan diagnosa terukur (ukur resistansi & cek koneksi) agar perbaikan tepat sasaran—bukan sekadar tambah freon.

Butuh tim yang bisa cek sensor suhu sekaligus cleaning & tuning? Hubungi teknisi AC cek sensor suhu & thermistor untuk pemeriksaan di tempat.

Praktik terbaik & kesalahan umum

  • Selalu matikan listrik sebelum menyentuh panel/konektor.
  • Pastikan posisi sensor menempel benar di dudukan coil/evaporator—jangan menggantung.
  • Jangan menilai sensor hanya dari “feeling”; selalu cocokkan nilai dengan service manual.
  • Bersihkan filter & evaporator berkala agar bacaan sensor tidak bias oleh kotoran.
  • Hindari salah diagnosis: sensor lemah ≠ kompresor rusak; lakukan pengukuran dulu.

FAQ

1) Apa itu thermistor pada AC?

Komponen sensor suhu (umumnya NTC) yang mengubah resistansi terhadap perubahan suhu; sinyalnya dipakai PCB untuk mengatur kerja kompresor & kipas.

2) Kenapa thermistor rusak bisa bikin AC tidak dingin?

Jika bacaan suhu salah, PCB mengira ruangan sudah dingin sehingga kompresor berhenti terlalu cepat (early cut-off) atau kontrol menjadi tidak stabil.

3) Bisakah dites sendiri?

Bisa uji dasar: reset, bersihkan filter, dan pantau. Pengukuran resistansi memerlukan pembongkaran & multimeter; rujuk panduan seperti tutorial uji thermistor.

4) Berapa nilai resistansi normal?

Bergantung merk/tipe. Banyak unit memakai NTC sekitar 10 kΩ pada 25 °C, namun selalu cocokkan dengan tabel di service manual masing-masing.

5) Kode error apa yang berkaitan dengan sensor?

Setiap merk berbeda. Contoh Daikin mencantumkan beberapa malfungsi sensor/thermistor di dokumen malfunction codes.

6) Apakah selalu perlu ganti sensor?

Tidak. Sering kali cukup betulkan posisi/dudukan, bersihkan, atau perbaiki konektor & kabel. Ganti jika hasil pengukuran menyimpang dari spesifikasi.

7) Apakah tambah freon menyelesaikan masalah sensor?

Tidak. Tambah freon tidak memperbaiki bacaan thermistor. Lakukan diagnosa sesuai manual pabrikan terlebih dulu.

Glosarium

  • Thermistor (NTC): Sensor suhu yang resistansinya turun saat suhu naik.
  • PCB: Papan sirkuit pengendali unit AC.
  • Evaporator: Coil pendingin di unit indoor.
  • Early cut-off: Kompresor berhenti lebih cepat dari seharusnya.
  • Short cycling: Kompresor sering hidup-mati dalam durasi pendek.
  • Service manual: Dokumen teknis resmi berisi spesifikasi & prosedur diagnosis.
  • Error/malfunction code: Kode kerusakan yang membantu penelusuran masalah.

 

“`0