AC Rusak Karena Apa? Peta Kerusakan Kapasitor, Kompresor, Modul, Thermistor, Fan Motor + Gejala & Solusi

Untuk siapa panduan ini? Untuk kamu yang AC-nya mulai aneh: tidak dingin, outdoor tidak bunyi, muncul error, atau listrik sering “jeglek”. Tujuannya bukan menggantikan teknisi, tapi membantu kamu membaca gejala dan membuat keputusan yang tepat.
Cari service AC terdekat disini
Bonus buat pemilik rumah/kantor. Kamu akan tahu mana yang aman dicek sendiri (filter, airflow, mode), mana yang harus stop (listrik, refrigerant), dan cara bicara dengan teknisi supaya diagnosa tidak “tebak-tebakan”.
Kalau kamu googling “AC rusak karena apa?”, hasilnya biasanya daftar panjang yang bikin makin bingung. Yang kamu butuhkan sebenarnya sederhana: peta. Peta yang menghubungkan gejala → komponen yang mungkin bermasalah → langkah diagnosa yang aman → opsi perbaikan.
Di artikel ini kita fokus ke 5 komponen yang paling sering jadi sumber masalah: kapasitor, kompresor, modul/PCB, thermistor (sensor), dan fan motor. Kita juga bahas penyebab akar seperti debu dan airflow, tegangan listrik, instalasi pipa (termasuk vakum/evakuasi), serta drain mampet.
Ringkasan
Kerusakan AC paling sering bukan “mendadak”, tapi akumulasi: filter kotor → airflow turun → coil makin kotor → kompresor kerja lebih berat → komponen listrik panas → proteksi/error → akhirnya terasa “rusak”. Karena itu, diagnosa paling efisien adalah mulai dari yang paling mudah dan murah: mode/suhu, filter, airflow, lalu baru naik ke komponen.
Untuk rujukan, kamu bisa baca: Energy Saver – air conditioner maintenance dan ENERGY STAR – maintenance checklist. Untuk konsep teknis evakuasi/vakum (mengeluarkan udara dan uap air setelah sistem dibuka sebelum pengisian refrigerant), kamu bisa lihat materi pelatihan refrigerant dari PSA yang menjelaskan bagaimana vakum membantu mengeluarkan udara dan uap air dari sistem (PSA Refrigerant Training Manual (PDF)).
Daftar Isi
- Ringkasan
- Daftar Isi
- Inti Penting
- Cara Baca Gejala: Dari Suara, Bau, hingga Error Code
- Peta Kerusakan Komponen Utama
- Penyebab Akar: Debu, Listrik, Instalasi, dan Kebocoran
- Diagnosa Bertahap yang Aman untuk Pemula
- Kapan Harus Berhenti dan Panggil Teknisi
- Opsi Perbaikan: Ganti Komponen vs Overhaul vs Ganti Unit
- Tips Memilih Spare Part dan Menghindari Markup
- Cara Mencegah Kerusakan Berulang
- Apa yang Jarang Dibahas
- FAQ
- Daftar Istilah
- Penutup
Inti Penting
- Mulai diagnosa dari hal termudah: mode/suhu, filter, airflow, lalu bedakan masalah indoor vs outdoor.
- Outdoor mati tapi indoor hidup sering terkait kapasitor/fan/modul atau suplai listrik outdoor.
- Kompresor bermasalah biasanya ditandai performa drop berat, suara tidak normal, dan biaya perbaikan relatif besar.
- Thermistor/sensor bisa bikin AC “bingung”: cepat mati, error, atau suhu tidak stabil.
- Kalau ada bau gosong/MCB turun: STOP. Prioritaskan keselamatan.
Cara Baca Gejala: Dari Suara, Bau, hingga Error Code
Anggap AC itu seperti tubuh: gejala adalah “sinyal”. Kalau kamu belajar membaca sinyal, kamu tidak gampang diarahkan ke perbaikan yang tidak perlu.
Tabel cepat: gejala → dugaan penyebab
| Gejala | Dugaan paling umum | Langkah aman awal |
|---|---|---|
| AC hidup, tapi tidak dingin | Filter/evaporator kotor, airflow rendah, setting salah | Cek mode COOL, bersihkan filter, cek hembusan |
| Indoor hidup, outdoor tidak berputar | Kapasitor lemah, fan motor macet, suplai listrik outdoor, modul proteksi | Matikan, cek MCB/stop kontak, panggil teknisi bila berulang |
| Keluar bau apek | Jamur di evaporator/bak drain, drain kotor | Bersihkan filter, jadwalkan deep cleaning + drain check |
| MCB turun saat AC menyala | Korslet, konektor panas, motor/kompresor bermasalah | STOP, matikan MCB, panggil teknisi |
| Pipa ber-es | Airflow kurang, refrigerant kurang (kebocoran), sensor | Matikan AC, tunggu es mencair, panggil teknisi untuk uji kebocoran |
Gejala yang sering menipu (dingin sebentar, lalu panas)
Ini sering disangka “freon habis”, padahal bisa juga karena coil kotor atau sensor yang membaca suhu salah sehingga unit cepat berhenti/short cycle. Karena itu, jangan lompat ke kesimpulan sebelum cek airflow dan kondisi filter.
Peta Kerusakan Komponen Utama
Bagian ini memetakan 5 komponen dan gejalanya. Tujuannya agar kamu bisa berdiskusi dengan teknisi dengan bahasa yang lebih jelas.
Kapasitor (start/run capacitor)
Kapasitor membantu motor (terutama di outdoor) untuk start dengan torsi yang cukup. Saat kapasitor melemah, gejala umum: outdoor tidak start, terdengar dengung/humming, atau kipas berat berputar. Banyak brand HVAC menjelaskan bahwa kapasitor lemah bisa membuat unit gagal start dan memicu masalah berulang (contoh rujukan troubleshooting: Trane – capacitor basics).
- Gejala khas: outdoor diam, ada bunyi dengung, kadang kipas “nyentak” lalu mati.
- Risiko: kalau dipaksa nyala berulang, motor/kompresor bisa makin panas.
- Solusi umum: penggantian kapasitor sesuai spesifikasi (µF) + cek penyebab panas berlebih (kondensor kotor, tegangan).
Kompresor
Kompresor adalah “jantung” AC. Saat kompresor bermasalah, dampaknya besar: AC tidak dingin, arus listrik bisa naik, dan biaya perbaikan biasanya lebih tinggi. Kompresor juga bisa “terlihat rusak” padahal sebenarnya tersiksa karena faktor lain: coil kotor, refrigerant tidak sesuai, atau noncondensables/moisture dalam sistem.
- Gejala khas: tidak dingin berat, suara tidak normal, outdoor panas berlebihan, kadang MCB turun.
- Hal yang perlu dibedakan: kompresor benar-benar rusak vs unit proteksi (modul mematikan kompresor untuk mencegah kerusakan).
- Solusi umum: diagnosa arus/tekanan oleh teknisi; bila memang rusak, pertimbangkan biaya ganti kompresor vs ganti unit.
Modul/PCB (control board)
Modul/PCB adalah “otak” yang mengatur sensor, relay, inverter drive (untuk inverter), dan proteksi. Kerusakan modul bisa bikin gejala acak: tidak nyala, nyala sebentar lalu mati, error code, atau respon remote tidak stabil.
- Gejala khas: indikator berkedip, error code muncul, unit restart sendiri, atau outdoor tidak mendapat perintah start.
- Penyebab umum: tegangan tidak stabil, kelembapan/air masuk, atau komponen lain menarik arus tidak normal sehingga modul rusak ikutannya.
- Solusi: teknisi biasanya akan cek tegangan, konektor, dan melakukan penggantian modul jika terbukti gagal.
Thermistor/Sensor suhu
Thermistor membaca suhu udara/coil. Kalau bacaannya melenceng, AC bisa “salah ambil keputusan”: cepat mati karena mengira sudah dingin, atau justru terus kerja padahal coil sudah terlalu dingin (icing). Pada banyak unit, error code terkait sensor akan muncul jika nilai di luar rentang.
- Gejala khas: suhu tidak stabil, AC cepat mati-nyala, atau error sensor.
- Solusi: cek konektor sensor, posisi sensor, dan ganti sensor jika rusak (biaya biasanya lebih ringan dibanding kompresor/modul).
Fan motor (indoor/outdoor)
Fan motor menjaga airflow. Kalau fan indoor lemah, dingin tidak menyebar dan evaporator bisa cepat beku. Kalau fan outdoor bermasalah, pembuangan panas gagal dan tekanan sistem naik (unit bisa proteksi).
- Gejala fan indoor: hembusan lemah, suara seret, kadang getar.
- Gejala fan outdoor: outdoor panas sekali, kompresor cepat stop, unit proteksi.
- Solusi: cek kapasitor (untuk tipe tertentu), bearing, dan kebersihan kondensor.
Penyebab Akar: Debu, Listrik, Instalasi, dan Kebocoran
Komponen rusak sering punya “akar” yang sama. Kalau akar tidak dibereskan, kamu bisa ganti part berkali-kali.
Debu + airflow buruk = beban kompresor naik
Energy Saver (DOE) menekankan bahwa filter dan coil yang kotor menurunkan performa dan meningkatkan konsumsi energi. Praktiknya, coil kotor membuat pertukaran panas jelek; sistem jadi lari lebih lama dan lebih berat.
Tegangan listrik tidak stabil dan proteksi unit
Di beberapa area, tegangan bisa naik-turun (terutama jam puncak). Unit inverter punya proteksi, tapi fluktuasi yang sering dapat mempercepat kerusakan modul. Tanda yang sering terlihat: AC error setelah listrik padam, atau MCB turun saat start.
Instalasi pipa & vakum: kenapa moisture itu musuh
Ini bagian yang sering di-skip pada instalasi/perbaikan: evakuasi (vakum). Setelah sistem dibuka (ganti pipa, pindah unit, perbaikan kebocoran), udara dan uap air bisa masuk. Jika sistem langsung “diisi” tanpa evakuasi, moisture dan udara (non-condensables) bisa mengganggu kerja refrigerant, menaikkan tekanan, dan mempercepat keausan kompresor.
Penjelasan yang relatif mudah diikuti ada di materi pelatihan PSA: saat tekanan diturunkan dengan vacuum pump, titik didih air turun sehingga moisture bisa menguap dan ditarik keluar dari sistem—dengan catatan prosedurnya benar dan kebocoran sudah ditangani (PSA Refrigerant Training Manual (PDF)).
Baca juga: Panduan utama perawatan & troubleshooting AC · Kompresor AC Rusak Karena Apa: Gejala, Penyebab, dan Kapan Harus Ganti
Untuk konteks praktis, kamu juga bisa baca tentang non-condensables dan dampaknya di sistem refrigerasi: HVACR School – non-condensables, serta gambaran umum proses evacuation: TruTechTools – evacuation training.
Intinya: kalau sistem sempat terbuka, minta teknisi jelaskan apakah dilakukan uji kebocoran dan evakuasi sebelum pengisian. Ini bukan “biar mahal”, tapi bagian dari prosedur yang melindungi kompresor.
Drain mampet dan kebocoran air (bukan sekadar “basah”)
Drain yang mampet bisa bikin air meluber ke modul indoor, menyebabkan korosi, jamur, dan risiko korslet. Jadi, masalah air netes bukan hanya soal estetika; ini bisa menjadi akar kerusakan elektronik.
Diagnosa Bertahap yang Aman untuk Pemula
Tujuan diagnosa awal: mengumpulkan informasi yang benar tanpa membahayakan diri dan unit. Jangan bongkar listrik atau pipa refrigerant.
Langkah 1: pastikan mode, suhu, dan remote
- Pastikan mode COOL, bukan FAN/DRY.
- Set suhu 24–26°C untuk tes (jangan terlalu rendah dulu).
- Coba ganti baterai remote jika respon tidak konsisten.
Langkah 2: cek filter dan airflow
- Buka filter, lihat apakah hitam pekat.
- Rasakan hembusan: kalau lemah, fokus ke kebersihan dulu.
- Kalau setelah filter bersih tetap lemah, bisa jadi blower/evaporator sudah kotor dan perlu deep cleaning.
Langkah 3: bedakan masalah indoor vs outdoor
- Indoor bunyi normal dan hembus? Bagus. Cek outdoor: apakah kipas berputar?
- Kalau outdoor diam total, kemungkinan masalah suplai listrik outdoor, kapasitor, fan motor, atau modul.
Langkah 4: cek tanda es/icing dan kebocoran
- Jika ada es di pipa/coil: matikan AC, biarkan cair dulu.
- Catat kapan es muncul (setelah 10 menit? setelah 1 jam?)—ini membantu teknisi menilai airflow vs refrigerant.
Kapan Harus Berhenti dan Panggil Teknisi
Rule of thumb: kalau ada risiko listrik atau refrigerant, jangan lanjut DIY.
Indikasi korslet/overheat
- MCB turun berulang.
- Bau gosong atau kabel panas.
- Unit mengeluarkan suara “letupan” kecil atau percikan.
Indikasi kerusakan kompresor (biaya besar)
- AC sama sekali tidak dingin meski filter bersih dan outdoor berfungsi.
- Outdoor sangat panas, dan unit proteksi berulang.
- Teknisi mengukur arus/tekanan dan hasilnya jauh dari normal.
Opsi Perbaikan: Ganti Komponen vs Overhaul vs Ganti Unit
Keputusan terbaik biasanya gabungan dari: usia AC, biaya part, kondisi instalasi, dan kebutuhan ruangan.
Cara hitung: layak diperbaiki atau ganti?
- Jika usia < 3 tahun dan part kecil (sensor, kapasitor): perbaiki.
- Jika usia 3–7 tahun: perbaikan masuk akal jika biaya < 30–40% harga unit baru dan masalah tidak berulang.
- Jika usia > 7–10 tahun: pertimbangkan ganti unit bila kompresor/modul mahal rusak, apalagi jika coil sudah korosi.
Garansi pekerjaan dan SLA (yang sering dilupakan)
Minta garansi tertulis (minimal via chat) untuk pekerjaan tertentu: kebocoran, penggantian part, atau service. Ini penting supaya kamu tidak bayar dua kali untuk masalah yang sama.
Tips Memilih Spare Part dan Menghindari Markup
Original vs OEM vs KW: cara menilai cepat
- Minta teknisi menyebutkan kode part dan merek part.
- Untuk modul, biasanya ada nomor board/part number. Catat.
- Harga part yang “terlalu murah” sering berarti KW; risiko umur pendek dan error berulang.
Minta bukti part dan catat nomor seri
Kalau part diganti, minta part lama dikembalikan. Selain transparansi, ini membantu jika kamu butuh second opinion.
Cara Mencegah Kerusakan Berulang
Checklist pasca perbaikan (supaya tidak kambuh)
- Pastikan AC dingin stabil minimal 30–60 menit.
- Pastikan air buangan mengalir normal (tidak netes dari indoor).
- Dengar suara indoor/outdoor: normal dan halus.
- Catat apa yang diganti dan tanggalnya (ini penting kalau klaim garansi).
Jadwal perawatan yang realistis
Kalau kamu belum punya jadwal, mulai dari minimum yang paling efektif: bersihkan filter rutin dan deep cleaning tiap 3–4 bulan. Untuk panduan jadwal lengkap, kamu bisa internal link ke jadwal service AC.
Apa yang Jarang Dibahas
1) Kerusakan sering “berantai”. Kapasitor lemah bisa membuat motor gagal start → motor panas → modul ikut stres. Jadi, ganti satu komponen tanpa mengecek akar (kondensor kotor, tegangan) bisa bikin masalah balik.
2) Banyak “AC rusak” sebenarnya karena prosedur servis yang tidak lengkap. Salah satu contoh: setelah sistem dibuka untuk perbaikan kebocoran, seharusnya dilakukan uji kebocoran dan evakuasi untuk menghilangkan moisture dan noncondensables sebelum pengisian. Kalau langkah ini dilewati, sistem berisiko tekanan tidak ideal dan kompresor lebih cepat aus.
3) Kesalahan diagnosa paling sering: semua dianggap freon. Freon memang bisa bocor, tapi gejala “tidak dingin” lebih sering disebabkan airflow dan kebersihan. Biasakan mulai dari filter + coil.
4) Dokumentasi kecil menghemat banyak uang. Catat kode error, kapan muncul, apa yang sudah dilakukan, dan hasilnya. Dengan data ini, teknisi yang baik bisa diagnosa lebih cepat dan akurat.
5) Drain itu titik kritis untuk elektronik. Kebocoran air berkepanjangan bisa merusak modul indoor. Menangani drain sejak dini sering mencegah kerusakan yang jauh lebih mahal.
FAQ
AC tidak dingin: lebih sering freon habis atau AC kotor?
Kasus paling umum untuk AC split rumahan adalah masalah kebersihan (filter/evaporator kotor) dan airflow, bukan freon “habis”. Freon idealnya tidak berkurang jika tidak ada kebocoran. Kalau dingin drop dan teknisi langsung menawarkan isi freon tanpa uji kebocoran, minta diagnosa airflow dan pemeriksaan kebocoran dulu.
Outdoor tidak nyala tapi indoor hidup, apa penyebabnya?
Paling sering terkait suplai listrik ke outdoor, kapasitor lemah, fan motor macet, atau modul/PCB memberi proteksi. Jangan memaksa nyalakan berulang karena bisa memperparah kerusakan. Matikan unit dan panggil teknisi untuk pengecekan komponen dan arus kerja.
Kalau muncul kode error, apa yang harus saya lakukan dulu?
Catat kode error dan kondisi saat muncul (siang/panas, setelah berapa menit menyala, setelah listrik padam). Coba langkah aman: matikan AC 5–10 menit, nyalakan lagi. Jika kode kembali, hentikan percobaan dan hubungi teknisi dengan informasi kode tersebut.
Kalau ada bau gosong, boleh reset dan coba nyalakan lagi?
Tidak disarankan. Bau gosong adalah sinyal risiko listrik (kabel, konektor, modul, atau motor). Langkah aman: matikan MCB, cabut colokan jika ada, dan panggil teknisi. Keselamatan lebih penting daripada ‘coba-coba’.
Daftar Istilah
- Kapasitor
- Komponen listrik yang membantu motor start dan berjalan stabil pada beberapa tipe AC.
- Kompressor/Kompresor
- Bagian yang memompa refrigerant untuk memindahkan panas dari indoor ke outdoor.
- PCB/Modul
- Papan kontrol yang mengatur kerja AC, termasuk sensor, relay, dan proteksi.
- Thermistor
- Sensor suhu (resistor yang berubah nilai sesuai suhu) untuk membaca suhu udara/coil.
- Noncondensables
- Gas yang tidak mengembun dalam sistem (misalnya udara) dan bisa menaikkan tekanan serta menurunkan efisiensi.
- Evakuasi/Vakum
- Proses menggunakan vacuum pump untuk menghilangkan udara dan uap air dari sistem sebelum pengisian refrigerant.
Penutup
Kalau kamu bingung mulai dari mana, pegang ini: cek yang mudah dulu (mode → filter → airflow → outdoor). Banyak masalah selesai di level itu.
Kalau ternyata mengarah ke komponen (kapasitor, fan motor, modul, kompresor), kamu sudah punya “peta” untuk bertanya dengan tepat: tindakan apa, indikatornya apa, dan apa risiko kalau ditunda.
Terakhir, pakai perawatan sebagai pencegahan. AC yang dirawat sesuai jadwal biasanya lebih hemat listrik, lebih stabil dinginnya, dan lebih jarang “kaget rusak”.
Butuh teknisi sekarang? Service AC Kembangan – Jakarta Barat – Cuci, Isi Freon, Perbaikan
